Di jalan setapak kecil itu.
Dia..
Anak bertubuh mungil,dengan kulit bagai porselen yang tak terjamah oleh siapa pun...
Ia di sana.. Entah berapa lama??
1 jam..
2 jam..
atau mungkin sudah seharian??
Berdiri diantara puing-puing gedung yang tak dirawat.
tanpa atap diatasnya..
Ya..hanya puing-puing yang hancur...
Meninggalkan sebuah momentum yang mengerikan...
Dia..
Anak yang hanya berusia 10 tahun itu...
Hanya diam...
Terdiam di sana...
Dengan mantel yang tebal..
dan karbon dioksida yang ia keluarkan mengepul-bagai asap teh hangat..
Dia..anak kecil yang telah tertinggal...
Setia menunggu di sana...
Karena dia tau...
Seorang ibu takkan meninggalkan anaknya..
TETAP BERDIRI KOKOH!!
Itulah prinsipnya..sekalipun langit gelap berawan..mengejeknya..
melemparnya dengan kristal dingin..
"i..bu..hh"
lirihnya...matanya memandang lembut dari jalan setapak yang sepi itu..
menghadap kan kepada puing-puing dari momentum menyedihkan..
Dia..tetap disana sekali pun kristal sang langit terus menghujamnya..
rambut yang hitam kelam segelap malam..
kini telah tertutupi kristal kecil nakal milik 'Nya'..
kakinya yang sebelumnya kuat dan sangat kokoh..
mampu berlari kesana-kemari..
kini..hanya terpaku disana..hampir tak dapat merasakan segalanya..
bibir merah merekah yang manis..kini berubah menjadi yang penuh dengan darah yang membeku..noda merah di sudut bibir..
bibir yang membeku..berubah menjadi biru..hendak menyaingi bintang-bintang di cat walk yang sering menggunakan pemoles bibir yang beragam warna itu..
"i..bu..hh"
sekali lagi suara lirihan anak kecil itu masih disana..
sekalipun dia tau mungkin dia akan di antar oleh malaikat kematian menuju gerbang yang berbeda..
dia...tetap disana..
menunggu dengan sabar...
karena ia tau ibunya akan kembali..
takkan mungkin meninggalkan anaknya..
membiarkan anaknya di terpa dingin...
mantel tebal-coklat,kini terasa sangat tipis...
tak mampu menepis dingin yang menusuk melewati tulang punggung.
tapi ia menunggu disana..
menunggu ibu menjemput..
dan memberikan pelukan hangat..
mengajak pulang..
tanpa peduli sekali pun terhadap cemooh orang nantinya..
ketika sang anak kembali lagi...
membiarkan tetangga itu mengatakan dirinya apapun..
anak pungut..
pembawa sial..
anak malaikat pencabut nyawa..
atau bahkan..
anak yang harusnya tak ada di dunia manapun!!
PERGI!!PERGI!!PERGI!!
sekian kali orang mengusir..
berharap ibunya selalu setia bersama..
MATI!!!!!!!!PERGILAH KE NERAKA!!!!!
sekian kali di kutuki...
tetaP!!tetap terus bersamanya..
BRUUUUUUKKKKKK!!!!!
jatuh..anak itu kini terjatuh..
dengan alas ranjang putih yang dingin..
membiarkan dia tetap di sana..
matanya menerawang..
dia tau..dia tak mampu lagi bertahan..
namun dia memaksa..
memaksa..matanya terbuka..
hanya untuuk menunggu lagi ibunya..
tak rela maninggalkan ibunya..
takut mengecewakan ibunya..yang akan datang..
dia takut ketika ibunya datang..
Ia tak ada disana..
namun ketakutan itu..
memang sebuah kenyataan..
sekarang matanya berat..
tak sanggup ditahan..
kesadarannya hampir pergi..
namun kembali berputar semua memori..
dia..!!!
anak manis berusia 10 tahun..
bernama Valencia Love..
lahir di bulan kasih sayang..
di hari kasih sayang..
namun..dia..
bukan orang yang terpilih dari kasih sayang..
dia hanya tau kebahagiaan fiktif dan penderitaan..
dia hanya anak kecil tak tau apa-apa..
namun!!dipaksa untuk mengetahui segalanya!!
dipaksa menerima segalanya!!!
dipaksa!!namun..dia masih tersenyum..
di setiap kehidupannya..
bahkan..
ketika aku..menyaksikannya pergi..
dia masih tersenyum..
ketakutan yang ia takuti..
ia biarkan tenggelam dalam senyum..
senyum yang tak dapat diartikan..
senyum atas kepolosannya??
senyum atas kebodohannya??
senyum atas kemunafikkannya??
apa??apa maksud dari senyummnya..!!
aku benci melihatnya..anak yang telah ku lempari kristal hingga akhirnya pergi...
sekarang tetap tersenyum..AKU SANGAT MEMBENCINYA..
tapi..tunggu..tadi aku berkata pergi..pergi??mati??
hahahahahahaha..berarti cemooh ku berhasil..
berarti aku telah menyelesaikan takdirnya...
hahahaha...aku-langit,berbahagia atasnya..hahahaha
Cara Mengakali Tiket Kereta
-
Di stasiun kereta Jatinegara ada 2 orang Inggris dan 2 orang Yahudi sedang
antre tiket ke Bandung. Si Inggris memperhatikan si Yahudi membeli tiket,
mereka...
15 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar