Dulu kala, suatu ketika seorang anak bersama bapaknya bepergian menggunakan kuda. Sayang, kuda yang dimiliki keluarga ini hanya satu. Karena sang bapak kasihan dengan anaknya yang harus berjalan kaki, menyuruh anaknya menaiki kuda, sedang sang bapak berjalan kaki. Bertemulah mereka dengan serombongan orang di jalan yang memandanginya. Seorang di antaranya berkomentar, “Anak tidak tahu diri, yang membiarkan bapaknya berjalan kaki.”
Akhirnya si anak turun dari kuda, dan gantian sang bapak menaiki kuda. Perjalan dilanjutkan, dan si anak berjalan kaki mengiringi. Bertemulah mereka dengan rombongan lain di perjalanan. Seorang di antaranya pun berkomentar, “Bapak tidak punya kasihan dengan anak, enak-enak naik kuda, membiarkan anaknya capek berjalan kaki.”
Sang bapak kemudian mengajak si anak untuk naik kuda bersama-sama. Dalam perjalanan lanjutan, bertemulah mereka dengan rombongan yang lain. “Orang tidak punya rasa kasihan dengan kuda. Kuda yang sudah kehabisan tenaga dinaiki dua orang,” komentar salah satu anggota rombongan.
Serba salah

wkwkkkwkwkw.. sayang ga ada yang bacca.. minat membaca udah berkurang drastis kayaknya..
BalasHapus